ENGINEERING

JANGAN AMBIL RESIKO………

Gempa

Kurangnya informasi mengenai bahaya terhadap efek gempa seismik kerap membuat orang cenderung mengabaikan kekuatan konstruksi/struktur bangunannya.

Penghematan yang dilakukan untuk menekan budgetB kerapkali tidak sebanding dengan akibat yang harus dipertaruhkan. Tidak hanya menyangkut kerugian materi, lebih daripada itu menyangkut keselamatan dan jiwa manusia. Pada umumnya pemilik bangunan lebih suka atau rela mengeluarkan dana untuk sesuatu yang kasat mata. Biaya untuk post arsitektural dan interior biasanya lebih mudah mengalir keluar dari kantongnya daripada untuk membeli tambahan seikat besi beton………………………….

JANGAN AMBIL RESIKO, KONSULTASIKAN DENGAN STRUCTURE-ENGINEER ANDA.

logo-tbbyB

willywungo@yahoo.com atau willy.wungo@gmail.com

 

Pembangunan Jembatan Selat Sunda Tunggu Kelayakan

Bakauheni (ANTARA News)- Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal menyebutkan bahwa kelanjutan pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) akan bergantung dari hasil studi kelayakan JSS itu.

“Pembangunan JSS itu tergantung hasil studi kelayakannya,” kata Menhub, saat diminta tanggapannya ketika melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Sabtu.

Ketika diminta pendapatnya atas nilai ekonomi pembangunan JSS itu, Menhub mengatakan hal itu tentu sudah diperhitungkan dalam studi kelayakan JSS tersebut.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla atas nama pemerintah menyatakan setuju pembangunan Jembatan Selat Sunda, namun mengingatkan agar diperhitungkan dengan benar nilai ekonomisnya sehingga tidak menimbulkan masalah nantinya.

Namun Wapres mengatakan bahwa rencana pembangunan JSS itu sebenarnya sudah ada sejak lama, namun selalu terkendala pada dua hal, yakni masalah teknologi dan nilai ekonomisnya.

Menurut Wapres, soal teknologi bisa saja dengan membeli, namun nilai ekonomisnya harus betul-betul dihitung secara matang.

“Kalau pembangunannya menelan biaya sekitar Rp140 triliun, maka itu artinya untuk satu kilometer pembangunannya memerlukan Rp40 triliun per kilometer. Artinya 100 kali ongkosnya dibanding pembangunan jalan tol,” kata Wapres.

Sementara pembangunan jalan tol saat ini memerlukan biaya sebesar Rp40 miliar. Kalau saat ini biaya jalan tol sebesar Rp500 per kilo meter. Maka JSS baru akan efisien jika biaya per kilometernya sebesar Rp50 ribu.

“Dengan demikian biayanya jika per kilometer Rp50 ribu. maka biayanya menjadi Rp50 ribu kali 31, sehingga Rp1,5 juta per truk,” kata Wapres pula.

Sementara biaya penyeberangan kapal laut di Selat Sunda saat ini sebesar Rp190 ribu per truk.(*)

COPYRIGHT © 2007


3 Tanggapan to “ENGINEERING”

  1. Hallo Pak Willy, masih ingat saya (Hardizal), nice to meet you again. Mampir ke web saya
    Saya biasa pakai StaadPro2007 (versi bajakan), setelah kena virus dan direformat, saya tidak bisa install lagi. Di coba di mangga2 mal juga tidak bisa (bisa di diinstall, tapi hasilnya diuji salah)
    Thanks,
    Hardizal Bahar

  2. waduh..mimpi apa saya semalam yah ? ketemu p. Hardizal. Makasih sudah mampir ke blog saya… keep in touch ya…

  3. mas willy terimakasih tutorialnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: