SENJA DI PENGHUJUNG CAKRAWALA

Ada fatamorgana biru samar menari di penghujung senja,
ada sejuta bianglala mekar di kaki cakrawala.
Dan bidadari nakal itu tersenyum menggetarkan seluruh
engsel-engsel plastis ku,
seperti energy gempa seismik.
Kaki tergetar merespon energy lateral nya yang menggemaskan.
Kucoba memencarkannya ke seluruh pori-pori.
Namun tiba-tiba..aku collapse,
tatkala mekanisme soft-storey menerjang.
Dan,
dalam desah nafasnya yang menggelora, kulihat butiran-butiran peluh,
bersinar bagai kristal di bawah rembulan yang semakin purnama.
Sempurna.
Adalah bidadari, entah dari dunia mana, dan langit ke berapa,
tersenyum dalam alunan yang tenang melankolis.
Badai dan gempa sudah berlalu, …..ucapnya.
Oh….
Jakarta, 24 Oktober 2009

~ oleh Willy Wungo pada 14 November 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: