BEAM TO GIRDER SIMPLY CONNECTIONS

Sebagai seorang perencana struktur, khususnya yang kerap menghitung struktur baja, perhitungan detail sambungan merupakan salah satu pekerjaan yang seringkali menyebalkan apalagi menghadapi sekian banyak detail sambungan baja yang “tidak tipikal”. Zaman saya masih insinyur ingusan, manajer saya menyarankan untuk membuat standard form yang parameter-parameternya di kosongkan, sehingga setiap kali ketemu perhitungan yang sejenis, form standard tersebut tinggal di fotokopi saja, lalu diisi besaran-besaran parameternya. Setelah software perhitungan struktur menjamur, tetap saja belum di-fasilitas-kan dengan design sambungan yang cocok dan sesuai dengan kondisi negara kita. Dikarenakan terlalu kerap menjumpai tipe sambungan yang itu-itu saja dalam kurun waktu yang lama, akhirnya timbul pemikiran untuk membuat design sambungan yang se-praktis mungkin. Waktu itu saya mulai membuatnya dengan menggunakan program SuperCalc, kemudian setelah bisa Lotus 123, saya buat di Lotus. Terakhir setelah belajar Excel, maka perhitungan itu saya transfer ke Excel. Belum puas juga dengan fasilitas-fasilitas yang dimiliki Excel pada edisi-edisi awalnya. Beberapa tahun terakhir ini, saya buat dengan MS-Excel yang lebih atraktif di kombinasikan dengan gambar yang ditempelkan dari Autocad.

Memang design-sambungan sangat akrab dengan para insinyur yang terlibat dalam perhitungan struktur baja, dan untuk mempermudah pekerjaan yang rutin tersebut saya coba sharing-kan apa yang sudah saya gunakan selama ini, mudah-mudahan saja dapat bermanfaat. Namun apabila terdapat kekurangan di dalam pembuatan nya, mohon dikritik dan diberi saran.

Perhitungan sambungan yang saya sharing-kan kali ini adalah perhitungan sambungan sederhana (simply-connection) dari balok ke balok, dengan mengacu kepada Allowable Stress Design-nya AISC.

Silahkan men-download di sini. ( Excel 187 Kb)

~ oleh Willy Wungo pada 25 Januari 2009.

3 Tanggapan to “BEAM TO GIRDER SIMPLY CONNECTIONS”

  1. kalau sambungannya mengacu pada LORFD gimana pak???

    *************ww************
    prinsip dasarnya sama saja, cuma untuk tegangan ijinnya berbeda (kali dengan Resistenace Factor) dan beban aktual dikalikan dengan Load Factor. terima kasih juga sudah berkunjung………..

  2. Salam kenal pak, wah artikel bapak bagus lho, mohon disharingkan paka tata cara perhitungan desain yang lain, thanks ya

    **********ww************
    salam kenal juga mas arnold. prinsip nya sama saja. tinggal menentukan tegangan2 ijin nya berdasarkan tata cara (code) yg bersangkutan. Ambil filosofi nya saja. kapan2 saya akan sharingkan juga perhitungan2 yang lain. sering2 tengok ke sini aja yah. Tq.

  3. salam knal pak,,saya mahasiswa dari kalimantan..
    mohon bantuannya kalau punya foto2 atau gambar detail sambungan beam to girder tolong di share pak?

    **********ww*************
    salam kenal juga,terima kasih sudah brkunjung.
    nanti saya kirimkan foto2 dan gbr2nya ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: