HENING

Dalam hening, desah nafas jadi bernilai
Menatap ujung kaki yang diam, tidak pula mengusir sepi
yang membelenggu.
Lalu mengapa bayanganmu selalu menari di kelopak mataku

Dalam hening, suara angin adalah lagu yang merdu
bercerita tentang indahnya sepasang matamu
seberkas bibirmu yang merah ranum merekah.
Lalu mengapa bayanganmu selalu hadir dalam mimpi-mimpiku

Ingin kukembali menyapamu , Halo Cantik…..
Daun-daun hitam dalam gelap, hatiku terpenjara dalam jiwa
tak kuasa untuk berkata walau sepatah kata
pun….

2001, Willy Wungo

~ oleh Willy Wungo pada 9 Januari 2009.

5 Tanggapan to “HENING”

  1. jgn2 jiwa pak Willy terbawa kerling mata wanita cantik itu (entah dimana,pak Willy pertama kali bertemunya,hahaha)
    **************ww**************
    hahahaha bisa aja mas Andra.

  2. betul pak, jiwa Pak Willy tersandera kerlingan wanita cantik berbibir ranum merah merekah… Salam kenal Mas LangitJiwa, saya suka puisi2 anda..
    ************ww***********
    hehehehe…..bisa aja lu

  3. waduh…enggak nahan deh sajaknya bang….he..he..he..siapa ya…

    *********ww*********
    makasih Santi, sudah berkunjung ke blog saya. Siapa yah ? hehehe…..ada deh

  4. aku mampir…
    mencecap keheningan yang kau tabur…
    menarik dan indah…
    salam kenal ya…
    aku link boleh?

    *************ww*****************
    terima kasih Ika sudah berkunjung ke blog ini. Salam kenal juga, silahkan saja kalo berkenan untuk nglink…………

  5. terima kasih sudah mampir,Ika. Tentu saja boleh nglink….. salam kenal jg yah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: