SAJAK-SAJAK SAHABAT

NYANYIAN  HATI  SEORANG  RAHIB

Sajak-sajak berikut ini adalah kutipan dari buku sajak Pio Kristie, OCSO yang berjudul Nyanyian Hati. Diterbitkan secara terbatas pada tahun 1986.

Pio Kristie adalah rahib dari Biara Trappist  Santa Maria di Rowoseneng-Temanggung. Pio yang nama awamnya adalah Pius Djelanie adalah teman saya sejak es-de. Kami sama-sama aktif di Legio Maria dan aktif sebagai Misdinar di gereja katedral Pontianak.  OCSO adalah singkatan dari Ordo Cisteriensis Strictioris Observatiae dalam bahasa Indonesia Ordo Cisteriensis Observansi Ketat.

Tulisan ini saya rangkum sebagai dedikasi kepada sahabat lama-ku…………Romo Pio Kristie, OCSO.

Dalam kata pengantar buku sajak  yang ditulis oleh Romo Mikael, OCSO dikatakan bahwa setiap puisi atau sajak menggunakan bahasa simbolik bukan bahasa logis. Melalui bahasa simbolik lah manusia berusaha untuk tetap memelihara kontak dengan “yang misteri”.

Bahasa simbolik tidak bisa dirumuskan secara gamblang dalam konsep-konsep seperti  “Nyanyian Hati” ini. Dengan bahasa simbolik, seseorang mampu melihat banyak arti dan makna, yang tidak mungkin dicapai melalui bahasa logis.

Mari kita simak sajak pertama Pio di halaman pertama :

 vignet-04-webwajah hati adalah pencinta dan pendoa
karena di sudut-sudut hati
selalu ada doa
selalu ada cinta
karena cinta-lah hati berdoa
dan dalam doa-lah
hati belajar mencintai.

Tuhan, terima kasih
telah Kau beri aku sebuah hati
tempat kubercermin :

segala yang baik dan jahat
pahala dan dosa
pemberiaan dan pamrih
tirani dan kasih.

Tuhan, terima kasih
telah Kau beri aku sebuah hati
tempat mendialogkan hidup
dengan Sang Kehidupan
menguraikan hikmahnya :
ketulusan dan kejujuran
dalam kebenaranMu
yang hening dan bening.

 

 

vignet-02-web1
       

Sajak berikut ini adalah sajak Nyanyian Hati. Kalau boleh berterus terang maka dari sekian banyak sajak yang terdapat di dalam buku sajaknya Pio, sajak yang satu ini paling saya sukai. Pernah suatu ketika, saat saya berkunjung ke biara, kami berdua sempat duduk terdiam beberapa saat sambil memandang bukit-bukit dan kebun kopi. Tiba-tiba saya neyeletuk : “Di sini sepinya memukau yah Yus”. Dia segera mengiyakan pendapat saya. “Kau cocoklah dengan suasana seperti ini, biar inspirasi kau berkembang terus”, lanjut saya. Sewaktu di  es-em-a kami berdua memang kerap pentas drama bersama-sama. Mengadakan Malam Baca Puisi bersama, aktif di majalah dinding dan majalah sekolah.

 NYANYIAN  HATI

 

di sini,
 di antara lenguh sapi dan pekik unggas
    membelah pagi berkabut
 Engkau hadir, dalam ketiadaan di mataku
 kehadiran yang menyatu dalam rasa dan seluruh ada-ku
 luruh jadi realita di dalam doa akhirnya.

 di sini,
 di antara ranggas ilalang dan sepi yang memukau,
 raut wajahMu samar;
 adalah kerinduan dalam siluet,
 memantul pada dinding hati
 dan ketika aku harus menafsirkannya
               ke dalam ujudMu yang nyata kekasihku
 hati adalah padang pertemuan kita.

 di sini,
 di antara jerit angin menerbangkan aroma anggerek
 ke segala arah,
 di situ asa dan kerinduanku merundukkan gelagah hatiku,
 dan menjadikan aku pendamba
 yang tak pernah tahu betapa dalamnya cintaMu,
 sementara itu,
             bukit-bukit tengadah dalam rimbun semak perdu
 seakan menyimpan segala rahasia cintaMu
 seperti membayangi untuk menyingkapkan diri
     pada waktunya.

 di sini, keheningan adalah suasana yang mengikat
 dalam menantikan kehadiranMu,
 angin adalah sahabat hatiku
 yang membawa pesan rindu dalam mazmur dan kidung
 sementara di kedalaman hati
 cinta adalah nyala yang membara
 adalah merahnya darahku yang bergejolak
 dan menjadikan aku pendamba yang terhamba.

Pertapaan Santa Maria
Rowoseneng
Pio D.Kristie, OCSO

 

 

 

Nyanyian Sunyi (1)

 

tergambar disini

sunyimu yng anggun dan suci

berkias dalam alam melintas

perbukitan hati tengadah

menjadi kelu

membisu

terbalut rindu.

 

tergambar di sini, di dinding hati

sunyiku yang berawal dari sepi

dan berakhir dengan sepi :

sepi yang penuh nuansa haru biru hati

sepi berwajah pencarian diri

                         sunyi dengan diri sendiri.

 

o, beata solitudo

sunyimu sunyi yang berisi

bermakna padat

tentang hidup dan kehidupan

membuka hati mengenal nuansa hidup:

                                             salib dan kebahagiaan.

mengajar hati untuk menghayati hidup

serta bagaimana memikul bebannya

mengajak hati

untuk siap hidup.

 

o, beata solitudo

kesunyian yang suci, kesucian yang sunyi

dekaplh aku dengan kesunyianmu

pijarkan

dan perkayalah pengalaman batinku

                                                   dengan kesucianmu

dalam romantika roh dan iman

dan dalam kerinduan

akan pengudusan raga dan hati ini.

 

Pio yang sengaja mengundurkan diri dari dunia ramai, hidup di dalam komunitas biara pertapaan, kesunyian dan keheningan adalah mutlak sebagai media untuk mencapai tujuan. Yakni mencari wajah Tuhan, berdialog dengan Tuhan.

Jauh hari sebelum buku sajak Nyanyian Hati ini dibukukan, saya mendapat kehormatan dihadiahkan sebuah sajak. Mungkin sajak ini sengaja dibuat Pio untuk ngledek perjalanan hidup saya. Coba kita simak sajak berikut ini :

 

 

Nyanyian Jiwa (1)

 

 menitilah jiwaku, menitilah

atas bianglala hari

tikam, wahai tikamlah keresahan yang hadir

sebab hari-hari panjang dilewati

dengan sengketa dan benci

 

memercik bagai percikan air

mengalir bagai aliran darah pemberi hidup

percikilah bara nyalamu dengan kasih

mengalirlah

di antara gairah petualangan dosa

 

menitilah jiwaku, menitilah

atas tubuh titian rapuh dan lemah ini

karena di atasnya,

telah dicurahkan darah Anak Domba sembelihan

yang menebus dan membebaskan

jangan dekap atasmu

kelelahan insani

dan sengat-sengat hari

jangan mematahkan langkahmu

 

Menitilah jiwaku, menitilah

dengan kepakmu

rangkullah duka:

hempaskan dan pecahkan

raup keriangan nirwana

hadirkan dalam syair dan doa

kendati dari keinginan dan nafsu

jasad meronta-ronta.

 

Apa yang menarik dari Biara Trappist Santa Maria Rowoseneng ? Terutama sekali adalah ibadat harian yang dimulai sejak jam 03.30 pagi dan dalam satu hari ada 7  rangkaian ibadat, yang ditutup dengan Ibadat Penutup jam 19.45. Dan semua ibadat selalu menyertakan lagu-lagu gregorian. Berikut ada sebuah Lagu Gregorian yang saya kutip dari Senandung Rowoseneng, jika berminat mendengarnya silahkan klik di sini.

 

(BERSAMBUNG)


9 Tanggapan to “SAJAK-SAJAK SAHABAT”

  1. saya terharu

  2. saya ke rowoseneng untuk pertama kali SMP kelas 1. sejak saat itu kalau pikiran judeg dan terjebak rutinitas saya selalu ke sana. kebetulan teman kuliah dulu jadi rahib juga disana.sekarang umur saya sudah 33 th dan cari penghidupan sebagai TKW di negri jauh…he…he…he. tempat itu mengingatkan saya selalu…bahwa ada sisi kehidupan lain yang jauh dari ambisi. saya juga sudah download lagunya. matur nuwun

    ********ww*********
    terima kasih atas comment dan kunjungannya ke blog saya ini.
    Rosen memang tempat yang sangat cocok kl suasana hati & pikiran sedang kacau. sangat cocok utk ber kontemplasi. Salam kenal juga…

  3. wah…indah sekali…
    kalimat demi kalimat mengalir..memiliki makna sebuah renungan :)

  4. Pio Kristue, Yah itu Fraterku di kolese Santo Yusup- Blimbing – malang, Dulu saat kami dibimbing dalam Legio Maria Hwa Ing . Dan bebrapa kali penah aku ke Rowo seneng dan bertemu beliau,
    Begitu Indah puisi-puisi beliau, menyentuh …..

    *********ww************
    salam kenal Clara, ya betul sekitar tahun 89 kl tdk salah, Pio ditugaskan di Blimbing. saya pernah berkunjung utk menemuinya di pastoran blimbing tahun itu. pio dan saya berteman sejak kecil.
    senang sekali saya bisa berkenalan dengan clara yg juga ternyata pernah kenal dengan Pio.
    btw thanks ya sudah berkunjung ke blog saya ini. Tuhan memberkati.

  5. Hai salam kenal
    rawaseneng tempat yang hening & damai, dengan Romo Pius, bagiku sosok romo yang rendah hati, jiwa seni yg tinggi, romo yg luar bisa dan sosok yang bisa menjadi teladan karena kesetiaan menjadi rahib pendoa. Kunjungan kami yg saat natal 2009, kami tdk bisa menjumpai romo Pius, beliau sudah berpulang ke rumah Bapa. Selamat jalan romo Pius semoga mendapat tempat terindah di Surga, dan tulisan dan nasehat romo bisa menjadi pedoman hidup kami. dari manggamuda.wordpress.com

    **********WW***************
    Terima kasih Fenny, sudah berkunjung ke blog saya…
    Saya juga kenal beliau sekitar 25 thn yl.
    Dan sebagai informasi saja, Romo Pio Kristie, OCSO (sahabat saya) nama aslinya kebetulan sama (Pius Djelanie).
    Mereka sama-sama rahib di Rawaseneng.
    Salamm kenal ya Fen

  6. apa dapat bantu saya untuk mendapatkan CD senandung Rowoseng. Terimaksih.

    AMDG

    **************ww*****************
    halo Bayu, salam kenal. Bisa beli di yogya Pusat Musik Liturgi (dekat gereja katedral).
    Jln Ahmad Jazuli 2 Yogyakarta 55224
    Telp : (0274) 566-695 ; Fax : (0274) 541-641
    Email: pml@idola.net.id; info@pml-yk.org
    semoga bisa bermanfaat ya.
    GBU

  7. kalo mau ke Rowo seneng dan menginap … apakah bisa saya dapatkan nomor telpnya untuk konfirmasi lebih dahulu

  8. saya dulu sering ke rowoseneng, saya ingin ke sana lagi bersama keluarga saya kira2 biayanya berapa dan kapan saya bisa kesana?

  9. waduh, sudah lama juga tidak ke sana. coba browse di internet Pertapaan Santa Maria, ada no tlp nya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.